Kamis, 11 Oktober 2012

Angka 16 dan Rosario

Videoklip lipsync pertamaku yang sudah jadi tak hanya hanya kutunjukkan kepada teman-teman KLanese (fans KLa Project) via Facebook, tapi juga ke teman-teman kantorku. "Gila !!!", itu rata-rata respon yang kudapat, hehehe... Biarin, wong namanya juga pengen narsis. Karena kenarsisanku ini, aku mengubah nama FBku menjadi Ucup Narsis dengan tujuan agar mudah diingat oleh teman-teman baruku nantinya.

Melalui FB, aku juga mendapat komen dari salah seorang manajemen KLa Project saat itu. Dia bertanya, "Mengapa video ini dikasih nomor urut 16 ?". Ya aku jawab saja sekenanya, kalau aku akan membuat 15 video lagi dengan nomor urut 15 sampai nomor 1. Hahaha... Dari jawabanku yang ngawur itu, ada request dari teman KLanese dari Jakarta, bagaimana jika video lipsync berikutnya dari lagu milik grup band Letto? Tapi aku berfikiran lain, mungkin video berikutnya tetap dari lagunya KLa Project. Sejak itu pula aku berfikir, apa mungkin aku dapat membuat video lagi sebanyak itu ? Kalau hanya sekedar lipsync tanpa ada alur cerita, mungkin aku bisa melakukannya. Ya sudahlah, aku coba untuk membuat video lagi tanpa harus memikirkan target itu, enjoy aja...

Kebetulan saat itu aku baru kenal dengan seorang cewek bernama Devy, dia pacarnya teman kantorku. Aku liat-liat, cantik juga orangnya, hehehe... Temanku Rizky ini juga ganteng kok, jadi kloplah mereka sebagai pasangan paling cool di antara pasangan lain dikantorku. Seandainya mereka mau jadi model videoku, lagu apa yang cocok ya? Aha, aku fikir ada lagu Katon yang cocok untuk mereka, judulnya "Sampai Kapan". Akhirnya kuutarakan niatku ini ke mereka, tapi yang kooperatif hanya Devy, kalau Rizky kelihatan ogah-ogahan menanggapi ide gilaku ini. Ya sudah, kuputuskan nyari model cowok lain. Dan akhirnya kujatuhkan pilihanku ke teman kantorku yang lain, namanya Eko dan Ari.

 Lagu "Sampai Kapan" diambil dari album ini

Wah, setelah semua model menyatakan kesanggupannya, aku mulai memikirkan jalan ceritanya. Tak perlu story board layaknya production house jika akan membuat videoklip, tapi aku hanya perlu menuliskannya di selembar kertas. Caranya cukup dengarkan lagunya berulang kali sambil mencatat detik berapa sampai berapa untuk adegan yang diinginkan, begitu pula untuk porsi adegan lipsync. Karena lagu ini bernada hip hop, kuputuskan untuk membeli rosario (kalung salib) untuk mendukung kesan seorang rapper di diriku. Tak lupa kubeli rangkaian bunga mawar imitasi, karena dalam lagu ini terdapat lirik/kata-kata "rangkaian mawar merah ini untukmu...". Apalagi ya ? Oya, aku juga memutuskan memakai slayer untuk kuikatkan dikepalaku, biar tambah ganteng kurasa. Hehehe...

Akhirnya saat syuting pun tiba, semula lokasi yang kupilih adalah area rumah Devy, tapi berubah menjadi jalanan sepi di belakang kantorku. Yah tau sendiri alasannya kenapa, amatiran seperti kami pasti malu kalau diliat tetangga kanan kiri. Makanya mending kami syuting dijalanan sepi, kebetulan saat itu hari Minggu di awal pekan bulan Mei 2010. Jika video sebelumnya aku menggunakan kamera ponsel, kali ini aku menggunakan kamera digital biasa. Kami memulainya pukul 11 dan berakhir pukul 2 siang. Sempat gerimis untuk pengambilan adegan terakhir, tapi untungnya bisa diselesaikan ditengah cekikikan teman-temanku yang juga jadi modelnya.

Setelah syuting, malamnya aku begadang untuk mengedit potongan adegan-adegan sesuai lirik lagu tersebut. Tapi sampai lewat tengah malam, aku belum juga menyelesaikannya. Kondisinya memang berbeda dengan video pertamaku yang jauh-jauh hari sebelum syuting sudah kucicil pengerjaannya untuk memasukkan potongan-potongan gambar. Yang kedua ini lebih rumit, karena memang videonya full dari syuting tadi siangnya. Yah, akhirnya pada malam kedua setelah syuting aku mampu menyelesaikan editing video yang kuberi nomor urut 15 tersebut. Lumayan ancur !!! Hahaha...

Pagi hari suasana kantor penuh cekikikan teman-teman. Yup, karena video keduaku sudah kutunjukkan satu persatu kepada mereka. Aku juga meng-uploadnya ke FB, tak lupa ku-tag semua teman-teman KLanese. Ternyata sama juga responnya, sebagian besar tersenyum melihat ulah kami di video itu. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal, kenapa aku memakai rosario (kalung salib) ? Kujelaskan bahwa itu hanya untuk mempertegas kesanku sebagai rapper tanpa ada tendensi SARA sama sekali. Toh, selesai syuting aku memberikan rosario itu kepada teman yang memang beragama Nasrani. Tapi tetap saja beberapa dari mereka tidak terima. Ya sudahlah, videonya sudah terlanjur jadi. Aku juga tidak mau syuting ulang. Maafkan ya teman-teman...

Buat kalian yang penasaran, ini videonya :


Judul        : Sampai Kapan
Artis        : Katon Bagaskara
Album        : Self Titled
Tahun        : 1994
Videomaker   : Ucup Narsis
Durasi video : 2:09
Lokasi       : Jalan Sumatera - Surabaya
Waktu        : Mei 2010
Model        : Devy, Ucup, Ari, Eko (dari urutan adegan)
Kameramen    : Ucup, Rizky, Eko
Kamera       : Nikon Coolpix L4
Software     : Macromedia Flash 8 Portable (editing)
               Format Factory 2.0 (converting)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar